Loading...

Selasa, 21 April 2015

PDAM KABUPATEN BOGOR

KEMENHAM, SENTUL.

INFORMASI PENGADUAN DAN PEMASANGAN PDAM

Phone pengaduan menurut wilayah masing - masing : Cabang I Jl. Nusantara Raya No. 74 Depok I..Telp. 021 77535583 Cabang II Jl. Legong Raya No. 1 Depok II Tengah Telp. 021 77820897, 021 778218814 Cabang III Jl. Kajayaan Raya Depok Timur No. 5 Telp. 021 77104235 Cabang IV Jl. Raya Pondok Duta No. 17 A Telp. 021 87112806 Cabang V Jl. Raya Leuwiliang Bogor Telp. 0251 6476617 Cabang VI Jl. Raya Ciomas - Pintu Ledeng Bogor Telp. 0251 6399348 Cabang VII Jl. Kembang No.1 Kedung Halang Bogor Telp. 0251 6648099 Cabang VIII Jl. M. Toha No. 44 Parung Panjang - Bogor Telp. 021 597813410 Cabang IX Jl. Raya Narogong Cileungsi - Bogor Telp. 021 823262711 Cabang X Jl. Raya Ciawi Bogor Telp. 0251 24827112 Cabang XI Desa Sukahati - Cibinong Bogor Telp. 021 8758887 21 April 2014 01.21

Selasa, 28 Desember 2010

tahapan manajemen proyek

PROYEK KONSTRUKSI
• Kegiatan yang hanya satu kali terjadi
• Berjangka pendek
• Proses mengolah Sumber daya proyek (5m)
KARAKTERISTIK PROYEK KONSTRUKSI
• Bersifat Unik
– Tidak ada yang sama persis
– Besifat sementara
– Melibatkan grup pekerja yang berbeda
• Dibutuhkan Sumber Daya
• Organisasi
Dalam pencapaian tujuan telah ditentukan 3 batasan
• Besarnya Biaya (Anggaran) yang dialokasikan
• Jadwal yang harus dipenuhi
• Mutu yang harus dipenuhi
Ketiganya disebut dengan tiga kendala (triple contrain)
ketiganya merupakan parameter penting bagi
penyelenggaraan proyek yang sering diasosiasikan sebagai
sasaran proyek
Ketiga batasan tersebut bersifat tarik menarik, dapat
digambarkan seperti gambar di bawah
SASARAN PROYEK KONSTRUKSI (Tiga
Kendala/Triple Constrain)
• Bagunan Sipil (jalan, jembatan, bendungan, dan
infrastruktur)
Ciri-ciri dari bangunan sipil adalah :
• Proyek konstruksi yang digunakan untuk mengendalikan alam agar
berguna bagi kepentingan manusia
§ Dilaksanakan pada lokasi yang luas dan panjang
§ Manajemen diperlukan untuk memecahkan masalah
JENIS-JENIS PROYEK KONSTRUKSI
Kegiatan konstruksi adalah kegiatan yang harus melalui
suatu proses yang panjang yang di dalamnya dijumpai
banyak masalah yang harus diselesaikan.
• Adanya kebutuhan (need)
• Studi Kelayakan (feasibility study)
• Membuat penjelasan yang lebih rinci (briefing)
• Membuat rancangan awal (preleminary design)
• Membuat rancangan yang lebih rinci (design development dan detail
design)
• Melakukan Pengadaan (procurement/tender)
• Pelaksanaan (construction)
• Pemeliharaan dan persiapan penggunaan (maintenance & start up)
Adapun tahapan-tahapan proyek konstruksi
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Adanya Kebutuhan (Need)
Semua proyek konsruksi biasanya dimulai dari gagasan
dibangun berdasarkan kebutuhan (Need)
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi
biaya
• Meramalkan manfaat yang akan diperoleh
• Menyusun analisis kelayakan proyek
• Menganalisis dampak lingkungan yang akan terjadi
Pada tahap ini adalah untuk meyakinkan pemilik proyek
bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk
dilaksanakan
Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study)
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Penjelasan (Briefing)
Pada tahap ini pemilik proyek menjelaskan fungsi
proyek dan biaya yang diijinkan sehingga konsultan
perencana dapat dengan tepat menafsirkan keinginan
pemilik.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perencana dan tenaga
ahli
• Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan
lapangan, merencanakan rancangan, taksiran biaya, persyaratan
mutu.
• Menyiapkan ruang lingkup kerja, jadwal, serta rencana pelaksanaan
• Membuat sketsa dengan skala tertentu sehingga dapat
menggambarkan denah dan batas-batas proyek.
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Perancangan (Design)
Pada tahap ini adalah melakukan perancangan (design)
yang lebih mendetail sesuai dengan keinginan dari
pemilik. Seperti membuat Gambar rencana, spesifikasi,
rencana anggaran biaya (RAB), metoda pelaksanaan,
dan sebagainya.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Mengembangkan ikthisiar proyek menjadi penyelesaian akhir
• Memeriksa masalah teknis.
• Meminta persetujuan akhir dari pemilik proyek
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Perancangan (Design)
• Mempersiapkan :
§ Rancangan terinci
§ Gambar kerja, spesifikasi dan jadwal
§ Daftar kuantitas
§ Taksiran biaya akhir
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Pengadaan/Pelelangan
(Procurement/Tender)
Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan
kontraktor yang akan mengerjakan proyek konstruksi
tersebut, atau bahkan mencari sub kontraktornya
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Prakulaifikasi
• Dokumen Kontrak
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Pelaksanaan (Construction)
Tujuan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan
yang dibutuhkan oleh pemilik proyek yang sudah
dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan
biaya, waktu yang sudah disepakati, serta dengan mutu
yang telah disyaratkan.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah merencanakan, mengkoordinasikan,
mengendalikan semua oprasional di lapangan :
• Kegiatan perencanaan dan pengendalian adalah
§ Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu pelaksanaan
§ Perencanaan dan pengendalian organisasi lapangan
§ Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja
§ Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan
(Maintenance & Start Up)
Tujuan pada tahap ini adalah untuk menjamin agar
bangunan yang telah sesuai dengan dokumen kontrak
dan semua fasilitas bekerja sebagaimana mestinya.
Kegiatan yang dilakukan adalah :
• Mempersiapkan data-data pelaksanaan, baik berupa data-data
selama pelaksanaan maupun gambar pelaksanaan (as build drawing)
• Meneliti bangunan secara cermat dan memperbaiki kerusakankerusakan
• Mempersiapkan petunjuk oprasional/pelaksanaan serta pedoman
pemeliharaan.
• Melatih staff untuk melaksanakan pemeliharaan
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Dana yang dikeluarkan harus termanfaatkan
se-efektif dan se-efisien mungkin.
Setiap proyek harus dapat diselesaikan dengan
waktu yang tidak boleh terlambat, mutu yang
sesuai dan biaya yang semurah mungkin.
Tingkat kebocoran anggaran harus se-minimal
mungkin
TUJUAN DAN SASARAN MANAJEMEN
PROYEK
MENGAPA PROYEK GAGAL
31
Masalah SDM.
– Kurangnya ketrampilan dan pengetahuan anggota
team.
– Kekurang Pengertian tentang sasaran bersama
– Kurangnya pembinaan team
Methodology
– Belum ada prosedur yang standar atau
– Penyusunan project prosedur yang tidak tepat
– Tidak dipakainya project prosedur yang telah disusun
dengan susah payah
Funding.
– Perencanaan pendanaan yang tidak sesuai
MENGAPA PROYEK GAGAL
32
Keterbatasan teknologi.
– Kekurangan penguasaan basis teknologi sebagai
sarana melaksanakan proyek.
– Tidak diperhitungkannya keperluan teknologi untuk
melaksanakan proyek pada waktu merencanakan
proyek.
– Kekurang mampuan dalam mengidentifikasikan
sumber-sumber teknologi yang diperlukan untuk
menunjang pelaksanaan proyek
– Belum tersedianya teknologi untuk melaksanakan
proyek.
Permainan Politik
– Pengutamaan kepentingan pribadi dan pemanfaatan
– proyek untuk pemenuhan hasrat pribadi.
sasaran harus jelas, metodologi yang tepat dan
pelaksana yang profesional
anggaran yang pasti tetapi realistis sesuai dana yang
tersedia
target waktu yang pasti tetapi realistis
team yang terkoordinir dan termotivasikan dengan baik
komunikasi yang simple tetapi efektif
pengambilan keputusan yang jelas dan mengarah
kedepan
perencanaan yang flexible sehingga dapat
mengakomodasi sesuatu yang tidak diharapkan.
Kontraktor/ Supplier profesional dan terpercaya.
– AGAR BERHASIL
Beberapa Ciri akibat bila tidak menerapkan manajemen proyek
Target waktu/deadline tidak tercapai,
Pekerjaan harus diulang atau terjadi duplikasi,
Budget/anggaran yang dilampaui,
Kemajuan proyek yang tidak jelas,
Konflik di antara staf selama penugasan diproyek,
Kompetensi yang kurang dari anggota tim proyek,
Perubahan lingkup proyek yang terus menerus,
Staf proyek menerapkan metode pengelolaan proyek sesuai
pengalaman dan selera sendiri sendiri dan tidak ada
standarisasi.
APA YANG TERJADI BILA MANAJEMEN PROYEK
– TIDAK DITERAPKAN
Berdasarkan riset di luar negeri maka “key industry areas”
yang terwakili didalam “The Project Management
Professional Association” adalah sebagai berikut:
Telekomunikasi…………………………………… 10 %
Management systems……..........…………… 6 %
Konstruksi ……..…………………………………… 7 %
Information Technology (IT)………………… 10 %
Sofware/computers……………………………… 11 %
Lain-lain (berbagai industri, termasuk Banking
Manufacturing, military, industry dll)…… 56%

MENGAPA PROYEK

MENGAPA PROYEK GAGAL
32
Keterbatasan teknologi.
– Kekurangan penguasaan basis teknologi sebagai
sarana melaksanakan proyek.
– Tidak diperhitungkannya keperluan teknologi untuk
melaksanakan proyek pada waktu merencanakan
proyek.
– Kekurang mampuan dalam mengidentifikasikan
sumber-sumber teknologi yang diperlukan untuk
menunjang pelaksanaan proyek
– Belum tersedianya teknologi untuk melaksanakan
proyek.
Permainan Politik
– Pengutamaan kepentingan pribadi dan pemanfaatan
– proyek untuk pemenuhan hasrat pribadi.
sasaran harus jelas, metodologi yang tepat dan
pelaksana yang profesional
anggaran yang pasti tetapi realistis sesuai dana yang
tersedia
target waktu yang pasti tetapi realistis
team yang terkoordinir dan termotivasikan dengan baik
komunikasi yang simple tetapi efektif
pengambilan keputusan yang jelas dan mengarah
kedepan
perencanaan yang flexible sehingga dapat
mengakomodasi sesuatu yang tidak diharapkan.
Kontraktor/ Supplier profesional dan terpercaya.
– AGAR BERHASIL
Beberapa Ciri akibat bila tidak menerapkan manajemen proyek
Target waktu/deadline tidak tercapai,
Pekerjaan harus diulang atau terjadi duplikasi,
Budget/anggaran yang dilampaui,
Kemajuan proyek yang tidak jelas,
Konflik di antara staf selama penugasan diproyek,
Kompetensi yang kurang dari anggota tim proyek,
Perubahan lingkup proyek yang terus menerus,
Staf proyek menerapkan metode pengelolaan proyek sesuai
pengalaman dan selera sendiri sendiri dan tidak ada
standarisasi.

KONDISI PELAYANAN AIR MINUM DI INDONESIA SAAT INI

KONDISI PELAYANAN AIR MINUM DI INDONESIA SAAT INI
JANGKAUAN PELAYANAN
Penyediaan air minum perpipaan diselenggarakan oleh  318 PDAM;
Sistem tersebut hanya melayani 45% - 48% penduduk perkotaan dan 8% penduduk perdesaan;
Masyarakat lainnya (yang belum terlayani) memperoleh air minum dari mata air, sumur dalam, sumur dangkal, penampungan air hujan dan penjaja air (water vendor) yang tidak terjamin kualitasnya;
Masyarakat miskin yang tidak terlayani dengan sistem perpipaan membeli air dengan harga yang jauh lebih mahal.
KUALITAS PELAYANAN
Air yang diterima masyarakat belum memenuhi standar kualitas air minum;
Masih banyak PDAM yang belum beroperasi 24 jam dengan berbagai alasan;
Tingkat konsumsi 24 m3/bulan/rumah tangga;
Tingkat kehilangan air tinggi (39%)
LANGKAH – LANGKAH PENYEHATAN PDAM
• Restrukturisasi Utang (Permenkeu 120/2008)
- Tarif tidak boleh <>
- Target Kebocoran 20% untuk BP
• Percepatan Pembangunan 10 jt SR
- Tidak setor PAD u/ Cakupan <>
(SE Mendagri ../2009)
- Jaminan Pembiayaan dan Subsidi Bunga
(Rancangan Perpres)

meningkatkan pelayanan

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat PDAM Tirta Kahuripan Bogor telah menyusun Program Pengembangan Pelayanan Jangka Pendek dan Jangka Panjang.
a. Program Pengembangan Pelayanan Jangka Pendek
Untuk Program Pengembangan Jangka Pendek saat ini telah siap dipasarkan dan telah tersedia jaringan dan kapasitas produksi untuk 10,000 calon pelanggan. Wilayah-wilayah yang telah siap dilayani adalah Perumahan Puri Nirwana II & III dan Perumahan Bojong Depok Baru (Kecamatan Cibinong) serta Perumahan Villa Nusa Indah III, IV, & V, Perumahan Bukit Golf serta Pasar Citeureup dan sekitarnya (Kecamatan Citeureup).
b. Program Pengembangan Pelayanan Jangka Panjang
Melalui pendanaan yang bersumber dari ADB telah diusulkan proyek pengembangan air bersih di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bogor. Program ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan dan perluasan pelayanan air minum yang handal dan berkelanjutan serta implementasi dari kebijakan untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDG) 2015.
Sampai dengan tahun 2015 diharapkan terjadi penambahan jumlah sambungan sebanyak 25.800 SL, yang terbagi pada beberapa lokasi pengembangan yaitu :
Lokasi Bogor Timur
meliputi Kecamatan Gunung Putri sebanyak 10.000 SL dan Kecamatan Citeureup sebanyak 1000 SL, diantaranya yaitu di Perumahan Kota Wisata, Legenda Wisata, Taman Kenari dan lain-lain.
Lokasi Bogor Tengah
meliputi Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede dengan total sambungan sebanyak 2.800 SL, diantaranya yaitu di Perumahan Bogor Asri, Bojong Depok Baru I, Bumi Sentosa, Puri Alam Kencana, Komplek LIPI, Perdagangan dan lain-lain.
Lokasi Bogor Barat
meliputi Kecamatan Ciomas dengan total sambungan sebanyak 12.000 SL, diantaranya yaitu di Perumahan Alam Tirta Lesrtari, Cihedeung Proyek, Lingkar Kampus IPB, Ciomas Permai dan lain-lain.

Rabu, 25 Agustus 2010

pengendalian kehilangan air

kendala dalam upaya pengendalian kehilangan air adalah :
• Terbatasnya dana di PDAM yang dapat dipakai untuk pengendalian kehilangan air.
• Kurang lengkapnya peralatan teknik untuk menunjang sistem pengendalian kehilangan air.
• Sumber Daya Manusia (SDM) yang relatif masih kurang mampu dan perhatian terhadap masalah kehilangan air.
• Kurangnya kesadaran dalam hal pemeliharaan dan besarnya kerugian PDAM akibat kehilangan air.

mengoptimalkan hasil pembacaan meter pelanggan sebagai indikator analisa kehilangan air, dapat dilakukan dengan syarat :
1. Sistem distribusi pengaliran dengan sistem DMA (blok) yang dilengkapi dengan meter blok yang berfungsi baik. Blok harus benar-benar terisolasi (tidak berhubungan dengan blok yang lainnya.
2. Pembagian petugas pembacaan meter dilakukan berdasarkan blok
3. Waktu pembacaan disamakan antara membaca Meter Induk Blok dengan Meter pelanggan

Setelah syarat tersebut dipenuhi, hasil total angka bacaaan Meter Induk dan meter pelanggan tidak boleh selesih > 15% dan apabila lebih dapat disimpulkan bahwa teridentifikasi terjadi kehilangan air yang harus dilakukan pengecekan secara komprehensif pada semua indikator lainnya. (pengecekatan jaringan pipa, akurasi meter pelanggan.


Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka penurunan tingkat kehilangan air dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan yang berkaitan dengan Meter Air adalah :
1. Rehab Instalasi Meter Air --> dilaksanakan terhadap meter air yang tertimbun --> supaya bisa dibaca dengan baik
2. Tera Ulang Meter Air --> dilaksanakan terhadap meter air yang terpasang di pelanggan yang berusian 3-5 tahun --> menjaga Akurasi/lifetime meter air.
- Tidak Akurat --> Ganti Meter Baru
- Akurat --> Pasang Kembali
dilakukan berdasarkan UU No.2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal
3. Penggantian Meter Air Rusak
4. Service Meter Air --> Pembersihan kotoran-kotoran yang bisa merusak meter air (lumut, pasir, dll)
- Pelanggan Rumah Tangga --> Informasi Pembaca Meter, Pelanggan
- Pelanggan Komersial --> Rutin dilakukan perawatan/service minimal 1 x dalam 1 bulan
5. Test Akurasi di Pelanggan --> Tanggapan terhadap komplain pelanggan, dilakukan dilapangan dengan alat Portable Test Bench
6. Sosialisasi & Edukasi kepada pelanggan mengenai Meter Air

Diharapkan dengan adanya upaya-upaya tersebut diatas Goals yang ingin dicapai :
1. Tingkat Kepuasan Pelanggan meningkat
2. Kehilangan Air dapat ditekan, baik teknis maupun non teknis
3. Komplain terhadap meter air akan berkurang
4. Citra PDAM akan lebih baik
5. Meningkatkan pendapatan.

Metode kepemimpinan

Ketrampilan Mendengar
(Soler Principles)
• S : face the other person SQUARELY
• O : OPEN postures
• L : LEARN
• E : keep good EYE contact
• R : try to be at home relativlely RELAXED posisions

Empati Dalam Komunikasi
• Kemampuan untuk memproyeksikan dirinya pada kondisi dan perasaan orang lain
• Sangat diperlukan agar pesan dapat diterima secara efektif
• Komunikator dan Komunikan perlu saling membangun empati

6 PENDEKATAN MENGHADAPI KONFLIK
1. MENARIK DIRI (withdrawl)
2. MENGABAIKAN DAN RUJUK
(smoothing and conciliation)
3. PERSUASI (persuation)
4. PEMAKSAAN DAN PENEKANAN
(forcing and pressure)
5. TAWAR NENAWAR (bargaining)
6. PEMECAHAN MASALAH TERPADU
(integrative problem solving)

Unsur-unsur Motivasi
 Motivator yaitu seoang yang melakukan kegiatan motivasi.
 Pesan, yaitu materi yang akan disampaikan dalam kegiatan motivasi.
 Sasaran, yaitu obyek dari kegiatan motivasi.

Prinsip – prinsip Motivasi
 Motivasi harus terencana berdasarkan data dan permasalahan yang dikumpulkan dari sasaran.
 Motivasi harus jelas tujuan dan sasarannya.
 Motivasi harus sesuai dengan kebutuhan sasaran.
 Motivasi tidak boleh menyinggung perasaan.
 Motivasi hendaknya dilaksanakan melalui pemimpin kelompok
 Motivasi tidak boleh dilaksanakan dengan paksaan atau dengan menakut-nakuti.

Motivasi Prestasi (nAch)
 Pemimpin mengambil tanggung jawab secara pribadi atas perbuatan-perbuatannya.
 Pemimpin menentukan sendiri standart prestasinya dan berpatokan pada standart tersebut.
 Pemimpin mengambil resiko-resiko yang wajar, artinya ia tidak akan melakukan hal-hal yang dianggapnya terlalu mudah atau terlalu sulit.
 Pemimpin mencoba mendapat umpan balik atas perbuatan-perbuatannya.
 Pemimpin berusaha melakukan segala sesuatu secara kreatif dan inovatif.

Motivasi Berafiliasi (nAff)
 Pemimpin sering bergaul dengan orang-orang lain.
 Pemimpin lebih mementingkan aspek-aspek interpersonal dari pekerjaannya dari pada aspek-aspek yang menyangkut tugas-tugas dalam pekerjaannya.
 Pemimpin berusaha mendapat persetujuan orang lain.
 Pemimpin melaksanakan tugas-tugasnya secara lebih efektif bila bekerja dengan orang-orang lain dalam suasana kerjasama.

Motivasi Kekuasaan (nPow)
 Pemimpin peka terhadap struktur pengaruh interpersonal dari suatu kelompok atau organisasi.
 Pemimpin mempunyai koleksi benda-benda atau memasuki organisasi-organisasi yang mempunyai prestise.
 Pemimpin mencoba membantu orang-orang lain sedangkan bantuan itu tidak diminta atau diinginkan oleh orang-orang itu.

Prinsip umum dari kepemimpinan yang baik ialah bahwa semakin besar perhatian anda pada para karyawan anda , semakin keras mereka bekerja untuk anda. Gaya kepemimpinan sesuai dengan pemimpinnya. Namun jika anda benar-benar mementingkan para karyawan anda, kemungkinan sukses anda lebih besar. Jika anda bersifat manusiawi dalam hubungan anda dengan karyawan anda, hal itu hampir pasti akan membawa efisiensi dan laba yang lebih besar.


Semoga Bermanfaat...

Minggu, 22 Agustus 2010

alamat kantor pusat dan cabang PDAM kab.Bogor

Kantor Pusat Jl. Raya Tegar Beriman .Cibinong - Bogor
Telp. 021 87915270, 021 879152742
Cabang I Jl. Nusantara Raya No. 74
Depok I..Telp. 021 77535583
Cabang II
Jl. Legong Raya No. 1 Depok II Tengah
Telp. 021 77820897, 021 778218814
Cabang III Jl. Kajayaan Raya Depok Timur No. 5
Telp. 021 77104235
Cabang IV Jl. Raya Pondok Duta No. 17 A
Telp. 021 87112806
Cabang V Jl. Raya Leuwiliang Bogor
Telp. 0251 6476617
Cabang VI Jl. Raya Ciomas - Pintu Ledeng Bogor
Telp. 0251 6399348
Cabang VII Jl. Kembang No.1 Kedung Halang Bogor
Telp. 0251 6648099
Cabang VIII Jl. M. Toha No. 44 Parung Panjang - Bogor
Telp. 021 597813410
Cabang IX Jl. Raya Narogong Cileungsi - Bogor
Telp. 021 823262711
Cabang X Jl. Raya Ciawi Bogor
Telp. 0251 24827112
Cabang XI Desa Sukahati - Cibinong Bogor
Telp. 021 8758887