Loading...

Selasa, 28 Desember 2010

tahapan manajemen proyek

PROYEK KONSTRUKSI
• Kegiatan yang hanya satu kali terjadi
• Berjangka pendek
• Proses mengolah Sumber daya proyek (5m)
KARAKTERISTIK PROYEK KONSTRUKSI
• Bersifat Unik
– Tidak ada yang sama persis
– Besifat sementara
– Melibatkan grup pekerja yang berbeda
• Dibutuhkan Sumber Daya
• Organisasi
Dalam pencapaian tujuan telah ditentukan 3 batasan
• Besarnya Biaya (Anggaran) yang dialokasikan
• Jadwal yang harus dipenuhi
• Mutu yang harus dipenuhi
Ketiganya disebut dengan tiga kendala (triple contrain)
ketiganya merupakan parameter penting bagi
penyelenggaraan proyek yang sering diasosiasikan sebagai
sasaran proyek
Ketiga batasan tersebut bersifat tarik menarik, dapat
digambarkan seperti gambar di bawah
SASARAN PROYEK KONSTRUKSI (Tiga
Kendala/Triple Constrain)
• Bagunan Sipil (jalan, jembatan, bendungan, dan
infrastruktur)
Ciri-ciri dari bangunan sipil adalah :
• Proyek konstruksi yang digunakan untuk mengendalikan alam agar
berguna bagi kepentingan manusia
§ Dilaksanakan pada lokasi yang luas dan panjang
§ Manajemen diperlukan untuk memecahkan masalah
JENIS-JENIS PROYEK KONSTRUKSI
Kegiatan konstruksi adalah kegiatan yang harus melalui
suatu proses yang panjang yang di dalamnya dijumpai
banyak masalah yang harus diselesaikan.
• Adanya kebutuhan (need)
• Studi Kelayakan (feasibility study)
• Membuat penjelasan yang lebih rinci (briefing)
• Membuat rancangan awal (preleminary design)
• Membuat rancangan yang lebih rinci (design development dan detail
design)
• Melakukan Pengadaan (procurement/tender)
• Pelaksanaan (construction)
• Pemeliharaan dan persiapan penggunaan (maintenance & start up)
Adapun tahapan-tahapan proyek konstruksi
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Adanya Kebutuhan (Need)
Semua proyek konsruksi biasanya dimulai dari gagasan
dibangun berdasarkan kebutuhan (Need)
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi
biaya
• Meramalkan manfaat yang akan diperoleh
• Menyusun analisis kelayakan proyek
• Menganalisis dampak lingkungan yang akan terjadi
Pada tahap ini adalah untuk meyakinkan pemilik proyek
bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk
dilaksanakan
Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study)
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Penjelasan (Briefing)
Pada tahap ini pemilik proyek menjelaskan fungsi
proyek dan biaya yang diijinkan sehingga konsultan
perencana dapat dengan tepat menafsirkan keinginan
pemilik.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perencana dan tenaga
ahli
• Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan
lapangan, merencanakan rancangan, taksiran biaya, persyaratan
mutu.
• Menyiapkan ruang lingkup kerja, jadwal, serta rencana pelaksanaan
• Membuat sketsa dengan skala tertentu sehingga dapat
menggambarkan denah dan batas-batas proyek.
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Perancangan (Design)
Pada tahap ini adalah melakukan perancangan (design)
yang lebih mendetail sesuai dengan keinginan dari
pemilik. Seperti membuat Gambar rencana, spesifikasi,
rencana anggaran biaya (RAB), metoda pelaksanaan,
dan sebagainya.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Mengembangkan ikthisiar proyek menjadi penyelesaian akhir
• Memeriksa masalah teknis.
• Meminta persetujuan akhir dari pemilik proyek
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Perancangan (Design)
• Mempersiapkan :
§ Rancangan terinci
§ Gambar kerja, spesifikasi dan jadwal
§ Daftar kuantitas
§ Taksiran biaya akhir
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Pengadaan/Pelelangan
(Procurement/Tender)
Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan
kontraktor yang akan mengerjakan proyek konstruksi
tersebut, atau bahkan mencari sub kontraktornya
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Prakulaifikasi
• Dokumen Kontrak
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Pelaksanaan (Construction)
Tujuan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan
yang dibutuhkan oleh pemilik proyek yang sudah
dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan
biaya, waktu yang sudah disepakati, serta dengan mutu
yang telah disyaratkan.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah merencanakan, mengkoordinasikan,
mengendalikan semua oprasional di lapangan :
• Kegiatan perencanaan dan pengendalian adalah
§ Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu pelaksanaan
§ Perencanaan dan pengendalian organisasi lapangan
§ Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja
§ Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan
(Maintenance & Start Up)
Tujuan pada tahap ini adalah untuk menjamin agar
bangunan yang telah sesuai dengan dokumen kontrak
dan semua fasilitas bekerja sebagaimana mestinya.
Kegiatan yang dilakukan adalah :
• Mempersiapkan data-data pelaksanaan, baik berupa data-data
selama pelaksanaan maupun gambar pelaksanaan (as build drawing)
• Meneliti bangunan secara cermat dan memperbaiki kerusakankerusakan
• Mempersiapkan petunjuk oprasional/pelaksanaan serta pedoman
pemeliharaan.
• Melatih staff untuk melaksanakan pemeliharaan
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROYEK
KONSTRUKSI
Dana yang dikeluarkan harus termanfaatkan
se-efektif dan se-efisien mungkin.
Setiap proyek harus dapat diselesaikan dengan
waktu yang tidak boleh terlambat, mutu yang
sesuai dan biaya yang semurah mungkin.
Tingkat kebocoran anggaran harus se-minimal
mungkin
TUJUAN DAN SASARAN MANAJEMEN
PROYEK
MENGAPA PROYEK GAGAL
31
Masalah SDM.
– Kurangnya ketrampilan dan pengetahuan anggota
team.
– Kekurang Pengertian tentang sasaran bersama
– Kurangnya pembinaan team
Methodology
– Belum ada prosedur yang standar atau
– Penyusunan project prosedur yang tidak tepat
– Tidak dipakainya project prosedur yang telah disusun
dengan susah payah
Funding.
– Perencanaan pendanaan yang tidak sesuai
MENGAPA PROYEK GAGAL
32
Keterbatasan teknologi.
– Kekurangan penguasaan basis teknologi sebagai
sarana melaksanakan proyek.
– Tidak diperhitungkannya keperluan teknologi untuk
melaksanakan proyek pada waktu merencanakan
proyek.
– Kekurang mampuan dalam mengidentifikasikan
sumber-sumber teknologi yang diperlukan untuk
menunjang pelaksanaan proyek
– Belum tersedianya teknologi untuk melaksanakan
proyek.
Permainan Politik
– Pengutamaan kepentingan pribadi dan pemanfaatan
– proyek untuk pemenuhan hasrat pribadi.
sasaran harus jelas, metodologi yang tepat dan
pelaksana yang profesional
anggaran yang pasti tetapi realistis sesuai dana yang
tersedia
target waktu yang pasti tetapi realistis
team yang terkoordinir dan termotivasikan dengan baik
komunikasi yang simple tetapi efektif
pengambilan keputusan yang jelas dan mengarah
kedepan
perencanaan yang flexible sehingga dapat
mengakomodasi sesuatu yang tidak diharapkan.
Kontraktor/ Supplier profesional dan terpercaya.
– AGAR BERHASIL
Beberapa Ciri akibat bila tidak menerapkan manajemen proyek
Target waktu/deadline tidak tercapai,
Pekerjaan harus diulang atau terjadi duplikasi,
Budget/anggaran yang dilampaui,
Kemajuan proyek yang tidak jelas,
Konflik di antara staf selama penugasan diproyek,
Kompetensi yang kurang dari anggota tim proyek,
Perubahan lingkup proyek yang terus menerus,
Staf proyek menerapkan metode pengelolaan proyek sesuai
pengalaman dan selera sendiri sendiri dan tidak ada
standarisasi.
APA YANG TERJADI BILA MANAJEMEN PROYEK
– TIDAK DITERAPKAN
Berdasarkan riset di luar negeri maka “key industry areas”
yang terwakili didalam “The Project Management
Professional Association” adalah sebagai berikut:
Telekomunikasi…………………………………… 10 %
Management systems……..........…………… 6 %
Konstruksi ……..…………………………………… 7 %
Information Technology (IT)………………… 10 %
Sofware/computers……………………………… 11 %
Lain-lain (berbagai industri, termasuk Banking
Manufacturing, military, industry dll)…… 56%

MENGAPA PROYEK

MENGAPA PROYEK GAGAL
32
Keterbatasan teknologi.
– Kekurangan penguasaan basis teknologi sebagai
sarana melaksanakan proyek.
– Tidak diperhitungkannya keperluan teknologi untuk
melaksanakan proyek pada waktu merencanakan
proyek.
– Kekurang mampuan dalam mengidentifikasikan
sumber-sumber teknologi yang diperlukan untuk
menunjang pelaksanaan proyek
– Belum tersedianya teknologi untuk melaksanakan
proyek.
Permainan Politik
– Pengutamaan kepentingan pribadi dan pemanfaatan
– proyek untuk pemenuhan hasrat pribadi.
sasaran harus jelas, metodologi yang tepat dan
pelaksana yang profesional
anggaran yang pasti tetapi realistis sesuai dana yang
tersedia
target waktu yang pasti tetapi realistis
team yang terkoordinir dan termotivasikan dengan baik
komunikasi yang simple tetapi efektif
pengambilan keputusan yang jelas dan mengarah
kedepan
perencanaan yang flexible sehingga dapat
mengakomodasi sesuatu yang tidak diharapkan.
Kontraktor/ Supplier profesional dan terpercaya.
– AGAR BERHASIL
Beberapa Ciri akibat bila tidak menerapkan manajemen proyek
Target waktu/deadline tidak tercapai,
Pekerjaan harus diulang atau terjadi duplikasi,
Budget/anggaran yang dilampaui,
Kemajuan proyek yang tidak jelas,
Konflik di antara staf selama penugasan diproyek,
Kompetensi yang kurang dari anggota tim proyek,
Perubahan lingkup proyek yang terus menerus,
Staf proyek menerapkan metode pengelolaan proyek sesuai
pengalaman dan selera sendiri sendiri dan tidak ada
standarisasi.

KONDISI PELAYANAN AIR MINUM DI INDONESIA SAAT INI

KONDISI PELAYANAN AIR MINUM DI INDONESIA SAAT INI
JANGKAUAN PELAYANAN
Penyediaan air minum perpipaan diselenggarakan oleh  318 PDAM;
Sistem tersebut hanya melayani 45% - 48% penduduk perkotaan dan 8% penduduk perdesaan;
Masyarakat lainnya (yang belum terlayani) memperoleh air minum dari mata air, sumur dalam, sumur dangkal, penampungan air hujan dan penjaja air (water vendor) yang tidak terjamin kualitasnya;
Masyarakat miskin yang tidak terlayani dengan sistem perpipaan membeli air dengan harga yang jauh lebih mahal.
KUALITAS PELAYANAN
Air yang diterima masyarakat belum memenuhi standar kualitas air minum;
Masih banyak PDAM yang belum beroperasi 24 jam dengan berbagai alasan;
Tingkat konsumsi 24 m3/bulan/rumah tangga;
Tingkat kehilangan air tinggi (39%)
LANGKAH – LANGKAH PENYEHATAN PDAM
• Restrukturisasi Utang (Permenkeu 120/2008)
- Tarif tidak boleh <>
- Target Kebocoran 20% untuk BP
• Percepatan Pembangunan 10 jt SR
- Tidak setor PAD u/ Cakupan <>
(SE Mendagri ../2009)
- Jaminan Pembiayaan dan Subsidi Bunga
(Rancangan Perpres)

meningkatkan pelayanan

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat PDAM Tirta Kahuripan Bogor telah menyusun Program Pengembangan Pelayanan Jangka Pendek dan Jangka Panjang.
a. Program Pengembangan Pelayanan Jangka Pendek
Untuk Program Pengembangan Jangka Pendek saat ini telah siap dipasarkan dan telah tersedia jaringan dan kapasitas produksi untuk 10,000 calon pelanggan. Wilayah-wilayah yang telah siap dilayani adalah Perumahan Puri Nirwana II & III dan Perumahan Bojong Depok Baru (Kecamatan Cibinong) serta Perumahan Villa Nusa Indah III, IV, & V, Perumahan Bukit Golf serta Pasar Citeureup dan sekitarnya (Kecamatan Citeureup).
b. Program Pengembangan Pelayanan Jangka Panjang
Melalui pendanaan yang bersumber dari ADB telah diusulkan proyek pengembangan air bersih di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bogor. Program ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan dan perluasan pelayanan air minum yang handal dan berkelanjutan serta implementasi dari kebijakan untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDG) 2015.
Sampai dengan tahun 2015 diharapkan terjadi penambahan jumlah sambungan sebanyak 25.800 SL, yang terbagi pada beberapa lokasi pengembangan yaitu :
Lokasi Bogor Timur
meliputi Kecamatan Gunung Putri sebanyak 10.000 SL dan Kecamatan Citeureup sebanyak 1000 SL, diantaranya yaitu di Perumahan Kota Wisata, Legenda Wisata, Taman Kenari dan lain-lain.
Lokasi Bogor Tengah
meliputi Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede dengan total sambungan sebanyak 2.800 SL, diantaranya yaitu di Perumahan Bogor Asri, Bojong Depok Baru I, Bumi Sentosa, Puri Alam Kencana, Komplek LIPI, Perdagangan dan lain-lain.
Lokasi Bogor Barat
meliputi Kecamatan Ciomas dengan total sambungan sebanyak 12.000 SL, diantaranya yaitu di Perumahan Alam Tirta Lesrtari, Cihedeung Proyek, Lingkar Kampus IPB, Ciomas Permai dan lain-lain.

Rabu, 25 Agustus 2010

pengendalian kehilangan air

kendala dalam upaya pengendalian kehilangan air adalah :
• Terbatasnya dana di PDAM yang dapat dipakai untuk pengendalian kehilangan air.
• Kurang lengkapnya peralatan teknik untuk menunjang sistem pengendalian kehilangan air.
• Sumber Daya Manusia (SDM) yang relatif masih kurang mampu dan perhatian terhadap masalah kehilangan air.
• Kurangnya kesadaran dalam hal pemeliharaan dan besarnya kerugian PDAM akibat kehilangan air.

mengoptimalkan hasil pembacaan meter pelanggan sebagai indikator analisa kehilangan air, dapat dilakukan dengan syarat :
1. Sistem distribusi pengaliran dengan sistem DMA (blok) yang dilengkapi dengan meter blok yang berfungsi baik. Blok harus benar-benar terisolasi (tidak berhubungan dengan blok yang lainnya.
2. Pembagian petugas pembacaan meter dilakukan berdasarkan blok
3. Waktu pembacaan disamakan antara membaca Meter Induk Blok dengan Meter pelanggan

Setelah syarat tersebut dipenuhi, hasil total angka bacaaan Meter Induk dan meter pelanggan tidak boleh selesih > 15% dan apabila lebih dapat disimpulkan bahwa teridentifikasi terjadi kehilangan air yang harus dilakukan pengecekan secara komprehensif pada semua indikator lainnya. (pengecekatan jaringan pipa, akurasi meter pelanggan.


Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka penurunan tingkat kehilangan air dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan yang berkaitan dengan Meter Air adalah :
1. Rehab Instalasi Meter Air --> dilaksanakan terhadap meter air yang tertimbun --> supaya bisa dibaca dengan baik
2. Tera Ulang Meter Air --> dilaksanakan terhadap meter air yang terpasang di pelanggan yang berusian 3-5 tahun --> menjaga Akurasi/lifetime meter air.
- Tidak Akurat --> Ganti Meter Baru
- Akurat --> Pasang Kembali
dilakukan berdasarkan UU No.2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal
3. Penggantian Meter Air Rusak
4. Service Meter Air --> Pembersihan kotoran-kotoran yang bisa merusak meter air (lumut, pasir, dll)
- Pelanggan Rumah Tangga --> Informasi Pembaca Meter, Pelanggan
- Pelanggan Komersial --> Rutin dilakukan perawatan/service minimal 1 x dalam 1 bulan
5. Test Akurasi di Pelanggan --> Tanggapan terhadap komplain pelanggan, dilakukan dilapangan dengan alat Portable Test Bench
6. Sosialisasi & Edukasi kepada pelanggan mengenai Meter Air

Diharapkan dengan adanya upaya-upaya tersebut diatas Goals yang ingin dicapai :
1. Tingkat Kepuasan Pelanggan meningkat
2. Kehilangan Air dapat ditekan, baik teknis maupun non teknis
3. Komplain terhadap meter air akan berkurang
4. Citra PDAM akan lebih baik
5. Meningkatkan pendapatan.

Metode kepemimpinan

Ketrampilan Mendengar
(Soler Principles)
• S : face the other person SQUARELY
• O : OPEN postures
• L : LEARN
• E : keep good EYE contact
• R : try to be at home relativlely RELAXED posisions

Empati Dalam Komunikasi
• Kemampuan untuk memproyeksikan dirinya pada kondisi dan perasaan orang lain
• Sangat diperlukan agar pesan dapat diterima secara efektif
• Komunikator dan Komunikan perlu saling membangun empati

6 PENDEKATAN MENGHADAPI KONFLIK
1. MENARIK DIRI (withdrawl)
2. MENGABAIKAN DAN RUJUK
(smoothing and conciliation)
3. PERSUASI (persuation)
4. PEMAKSAAN DAN PENEKANAN
(forcing and pressure)
5. TAWAR NENAWAR (bargaining)
6. PEMECAHAN MASALAH TERPADU
(integrative problem solving)

Unsur-unsur Motivasi
 Motivator yaitu seoang yang melakukan kegiatan motivasi.
 Pesan, yaitu materi yang akan disampaikan dalam kegiatan motivasi.
 Sasaran, yaitu obyek dari kegiatan motivasi.

Prinsip – prinsip Motivasi
 Motivasi harus terencana berdasarkan data dan permasalahan yang dikumpulkan dari sasaran.
 Motivasi harus jelas tujuan dan sasarannya.
 Motivasi harus sesuai dengan kebutuhan sasaran.
 Motivasi tidak boleh menyinggung perasaan.
 Motivasi hendaknya dilaksanakan melalui pemimpin kelompok
 Motivasi tidak boleh dilaksanakan dengan paksaan atau dengan menakut-nakuti.

Motivasi Prestasi (nAch)
 Pemimpin mengambil tanggung jawab secara pribadi atas perbuatan-perbuatannya.
 Pemimpin menentukan sendiri standart prestasinya dan berpatokan pada standart tersebut.
 Pemimpin mengambil resiko-resiko yang wajar, artinya ia tidak akan melakukan hal-hal yang dianggapnya terlalu mudah atau terlalu sulit.
 Pemimpin mencoba mendapat umpan balik atas perbuatan-perbuatannya.
 Pemimpin berusaha melakukan segala sesuatu secara kreatif dan inovatif.

Motivasi Berafiliasi (nAff)
 Pemimpin sering bergaul dengan orang-orang lain.
 Pemimpin lebih mementingkan aspek-aspek interpersonal dari pekerjaannya dari pada aspek-aspek yang menyangkut tugas-tugas dalam pekerjaannya.
 Pemimpin berusaha mendapat persetujuan orang lain.
 Pemimpin melaksanakan tugas-tugasnya secara lebih efektif bila bekerja dengan orang-orang lain dalam suasana kerjasama.

Motivasi Kekuasaan (nPow)
 Pemimpin peka terhadap struktur pengaruh interpersonal dari suatu kelompok atau organisasi.
 Pemimpin mempunyai koleksi benda-benda atau memasuki organisasi-organisasi yang mempunyai prestise.
 Pemimpin mencoba membantu orang-orang lain sedangkan bantuan itu tidak diminta atau diinginkan oleh orang-orang itu.

Prinsip umum dari kepemimpinan yang baik ialah bahwa semakin besar perhatian anda pada para karyawan anda , semakin keras mereka bekerja untuk anda. Gaya kepemimpinan sesuai dengan pemimpinnya. Namun jika anda benar-benar mementingkan para karyawan anda, kemungkinan sukses anda lebih besar. Jika anda bersifat manusiawi dalam hubungan anda dengan karyawan anda, hal itu hampir pasti akan membawa efisiensi dan laba yang lebih besar.


Semoga Bermanfaat...

Minggu, 22 Agustus 2010

alamat kantor pusat dan cabang PDAM kab.Bogor

Kantor Pusat Jl. Raya Tegar Beriman .Cibinong - Bogor
Telp. 021 87915270, 021 879152742
Cabang I Jl. Nusantara Raya No. 74
Depok I..Telp. 021 77535583
Cabang II
Jl. Legong Raya No. 1 Depok II Tengah
Telp. 021 77820897, 021 778218814
Cabang III Jl. Kajayaan Raya Depok Timur No. 5
Telp. 021 77104235
Cabang IV Jl. Raya Pondok Duta No. 17 A
Telp. 021 87112806
Cabang V Jl. Raya Leuwiliang Bogor
Telp. 0251 6476617
Cabang VI Jl. Raya Ciomas - Pintu Ledeng Bogor
Telp. 0251 6399348
Cabang VII Jl. Kembang No.1 Kedung Halang Bogor
Telp. 0251 6648099
Cabang VIII Jl. M. Toha No. 44 Parung Panjang - Bogor
Telp. 021 597813410
Cabang IX Jl. Raya Narogong Cileungsi - Bogor
Telp. 021 823262711
Cabang X Jl. Raya Ciawi Bogor
Telp. 0251 24827112
Cabang XI Desa Sukahati - Cibinong Bogor
Telp. 021 8758887

tangga 2010


Berikut Data Objek Wisata Kabupaten Bogor :

1. TAMAN SAFARI INDONESIA Jl. Raya Puncak No. 601 Cisarua Bogor Telp .: 0251-250000 www.tamansafari.com
2. WISATA AGRO GUNUNG MAS Jl. Raya Puncak Km. 87 Telp .: 0251-252501 fax.0251-154803
3. TELAGA WARNA Kecamatan Cisarua
4. TAMAN WISATA MEKAR SARI JL. Raya Cileungsi – Jongol Km. 3 Bogor 16820 kec. Cileungsi Telp.021-8231811 Fak 021-8231811
5. TAMAN REKREASI LIDO kEC cIJERUK
6. WANA WISATA BEDOGOL DESA WATES JAY Jl. Raya Bogor – Sukabumi Km. 18 Cisempur – CinagaraCAringin Bogor, Telp.: 0251-224742
7. CURUG LUHUR Desa Gunung Malang Tapos RT. 02 /05 Tenjolaya
8. SIRKUIT SENTUL Kec. Babakan Madang 021-87951080,87951082,Fax. 87951142
9. MUSEUM MOBIL MOTOR DAN KERAMIK JL. cITERUREUP Km. 42 Desa Sentul Kec Babakan Madang
10. MUSEUM MOBIL SENTUL Kec Babakan Madang 021-87951130,021-87951112
11. KEBUN WISATA PASIR MUKTI Jl. Raya Tajur Pasir Mukti Km.4 Citeureup Cibinong Telp. (021) 87943864/65,fax. (021) 87943866
12. AIR PANAS GUNUNG PANCAR
13. GIRI TIRTA KAWAH HITAM kec Babakan Madang
14. WISATA PETUALANGAN ALAM NORMAN SWANDIRI kec Jongol Kec. babakan Madang Telp. : (021) 9173208
15. TAMAN BUNGA MEL RIMBA Jl. Raya Puncak KM87 Cisarua Telp.: (0263) 523204-06,Fax. (0263)512805
16. WISATA AGRO KAPOL Ds Pasir Jaya Kec .Jeruk
17. TAMAN REKREASI GUNUNG PUTRI Desa Gunung Putri Kec. Gunung Putri
18. TAMAN WISATA TIRTA SANITA Jl. Raya Gunung Kapur Ciseeng-Parung 16330 (0251) 542550
19. PANORAMA ALAM RIUNG GUNUNG kEC CISARUA
20. AIR PANAS GUNUNG SALAK ENDAH Kec Pamajihan
21. CURUG CIGAMEA Kec Pamajihan
22. CURUG SERIBU Kec Pamajihan
23. CURUG NGUMPET Kec Pamajihan
24. GOA GUNDAWANG Kec Cigudeg
25. EKO WISATA GUNUNG BUNDER
26. CURUG NANGKA Kec Taman Sari
27. CURUG CILEMBER Kec Cisarua
28. EKO WISATA SUKAMANTRI Kec Taman Sari
29. WANA WISATA PENANGKARAN RUSA GIRI JAYA Kec Tanjung
30. EKO WISATA KAWAH RATU Kec Pamajihan
31. WANA WISATA PANCAWATI Kec Caringin
32. BUMI PERKEMAHAN CITANIANG kec Cisarua
33. CURUG PANJANG Kec Mega mendung
34. WANA WISATA CIPAMINGKIS
35.WANA WISATA ALAM CURUG CISUREUN Kec Cisarua
36. CURUG Cikaracak Kec Caringin
37. CURUG LUHUR “PerHutani” Kec Babakan Madang
38. CURUG CIHURANG Kec PAmajihan
39. KAmpung Wisata Cinangneng Kp Babakan kemang Rt 001/02 Desa Cihideung Udik,Ciampea 0251-621895,Fax.0251-621897
40. Batu Tulis ciareuteun Kec Cibungbulang
41. Musium Pasir Angin Kec Ciampea
42. Masjid At-ta’awun Kec Cisarua
43. Situ Gedong Cibinong Kec Cibinong
43. Situ Cikaret Kec Cibinong
44. Kebun raya Bogor LIPI CIBINONG Kec Cibinong

PERENCANAAN PENGADAAN

PERENCANAAN PENGADAAN
1. Perencanaan Kebutuhan Peralatan

Beberapa hal utama yang penting diketahui dalam perencanaan kebutuhan peralatan adalah :
Sasaran pekerjaan yang harus dihasilkan berikut volume, jangka waktu pelaksanaan, dan spesifikasi teknis.
Jenis-jenis kegiatan pelaksanaan yang harus dikerjakan berikut volumenya masing-masing.
Kondisi medan atau kondisi lapangan.
Jenis peralatan yang sesuai untuk setiap jenis kegiatan pekerjaan serta kondisi medan yang ada, serta jadwal waktu kapan peralatan yang bersangkutan dibutuhkan atau sudah harus tersedia di lapangan.

1.1. Sasaran pekerjaan

Sasaran pekerjaan yang harus dihasilkan harus dipahami terlebih dahulu sebagai dasar kita melangkah untuk merencanakan kebutuhan peralatan. Juga mengenai volume pekerjaan serta jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang tersedia, di samping spesifikasi teknis dari produk akhir yang harus dicapai. Dengan demikian akan kita ketahui sejak awal garis besar pekerjaan apa yang harus dilaksanakan. Berdasarkan data ini kita sudah dapat mengerjakan hal-hal berikutnya.

Contoh : Pekerjaan yang harus diselesaikan misalnya pelebaran Jalan sepanjang 20 km, dengan pelapisan permukaan hotmix tebal 5 cm, di lokasi A, dari X sampai Y, dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan 6 bulan.

1.2. Jenis-jenis kegiatan pelaksanaan

Jenis - jenis kegiatan pelaksanaan bisa juga merupakan tahapan-tahapan pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang harus ditangani sebelum sampai tahapan akhir kegiatan.

Contoh : Pembangunan jalan baru melalui daerah pemukiman penduduk.
Tahap awal kegiatan fisik di lapangan tentunya membongkar dulu rumah-rumah yang ada, selanjutnya membersihkan permukaan tanah dari puing-puing bekas reruntuhan, dilanjutkan dengan pengupasan lapisan atas tanah permukaan. Apabila diperlukan timbunan tanah, maka ada kegiatan penimbunan serta pemadatan timbunan, selanjutnya kegiatan-kegiatan berikut dan diakhiri kegiatan penghamparan hotmix sampai dengan pemadatannya. Masing-masing kegiatan tersebut membutuhkan jenis peralatan yang kemungkinan besar berbeda sesuai dengan fungsi peralatannya.
Volume dari tiap-tiap kegiatan tersebut di atas serta lama waktu pelaksanaan akan mempengaruhi jumlah peralatan yang dibutuhkan serta kapasitas tiap jenis peralatannya.

1.3. Kondisi medan atau kondisi lapangan

Kondisi medan atau kondisi lapangan akan menentukan kemungkinan pemakaian spesifikasi khusus pada peralatan yang harus disediakan, misalnya untuk daerah berlumpur, maka untuk peralatan yang memakai Crawler, harus dipilih tipe Crawler yang lebih lebar. Untuk daerah bukit yang berbatu-batu tajam, bila diperlukan Loader, maka dipilih Loader dengan Crawler Track atau biasa disebut Track Loader atau Traxcavator.
Selain itu kondisi lapangan juga dapat mempengaruhi jenis peralatan yang akan dipilih, misalnya untuk pemancangan tiang pancang di lokasi di antara gedung-gedung bertingkat, tentunya tidak dibenarkan lagi kalau memakai Diesel Pile Hammer, mungkin Vibrating Pile Hammer masih aman dipakai karena pengaruh vibrasinya tidak terlalu kuat, sehingga tidak merusak gedung di sekitarnya.
Motor Scraper bisa dipilih kalau medannya luas, dan tidak terganggu lalu lintas umum, misalnya pada pembangunan lapangan terbang.

Hasil dari perencanaan kebutuhan peralatan adalah daftar jenis peralatan yang dibutuhkan, lengkap dengan spesifikasi utamanya, jumlah unit, serta jadwal waktu kebutuhannya.

2. Pengadaan Peralatan

Pengadaan peralatan di sini tidak diartikan sebagai membeli peralatan, melainkan meng"ada"kan peralatan dari belum ada menjadi ada (tersedia).
Pengadaan peralatan dapat ditempuh dengan beberapa cara, yaitu :
• Dari milik sendiri yang sudah ada,
• Menyewa dari perusahaan sewa,
• Membeli sendiri,
• Sewa beli (leasing).
Jenis peralatan apa saja yang perlu dilaksanakan pengadaannya, bagaimana spesifikasi utamanya antara lain kapasitasnya, berapa jumlah unitnya untuk tiap jenis peralatan harus tersedia, semua hal tersebut di atas adalah berdasarkan data hasil dari perencanaan kebutuhan peralatan

2.1. Dari milik sendiri

Yang dimaksud di sini adalah bahwa peralatan yang dibutuhkan sudah dimiliki sendiri atau sudah tersedia, sebagian atau seluruhnya.
Yang perlu diperhatikan dari peralatan yang sudah dimiliki sendiri ini adalah :
• Apakah kondisinya baik, siap operasi.
• Apakah pada saat dibutuhkan peralatan tersebut tidak dipakai oleh proyek lain atau tidak direncanakan untuk proyek lain.
Keuntungan dengan telah dimilikinya peralatan yang dibutuhkan adalah jelas tidak perlu menambah investasi baru, disamping itu efektifitas penggunaan peralatan meningkat.

2.2. Menyewa dari perusahaan sewa

Langkah ini dipilih sebagai alternatif ke dua setelah diperiksa bahwa peralatan yang dibutuhkan tidak tersedia atau tidak dimiliki sendiri.
Keuntungan dari menyewa ini adalah bahwa biaya peralatan pada satu proyek terbatas hanya pada jumlah sewa peralatan yang diperlukan saja, tidak memerlukan mobilisasi dan demobilisasi peralatan (biaya ini biasanya sudah termasuk dalam harga sewa peralatan), dan tidak perlu pengendalian biaya operasi.
Apabila mau menempuh cara menyewa, maka beberapa hal penting perlu dipelajari dan diperhatikan, antara lain :
• Adakah perusahaan sewa.
• Apakah peralatan yang dibutuhkan tersedia di perusahaan sewa yang bersangkutan.
• Bagaimana kondisi sewa-nya.

Menyewa peralatan dapat menimbulkan beberapa kerugian, antara lain :
• Kondisi peralatan tidak bisa dijamin dalam keadaan baik dan siap operasi.
• Peralatan yang akan disewa belum bisa dijamin tersedia sesuai jadwal keperluannya.
• Teknologi peralatan tidak dikuasai.
• Untuk proyek jangka panjang akan jadi mahal.
• Banyak bergantung kepada perusahaan sewa.
• Harus selalu memperhatikan produktivitasnya agar pemakaiannya seefektif mungkin.

2.3. Membeli sendiri

Membeli sendiri peralatan berarti investasi modal,sehingga sudah harus diperhitungkan tentang untung ruginya, yaitu bahwa jasa peralatan harus lebih tinggi nilainya dari bunga Bank.
Selain itu, dituntut pula adanya pemanfaatan peralatan yang optimal, mengurangi idle time yang merugikan.
Peralatan yang dibeli bisa peralatan yang baru, bisa juga yang bukan baru. Keuntungannya jelas bahwa peralatan yang baru performance-nya masih baik dan umur ekonomisnya masih panjang, tapi harga pasti jauh lebih mahal dibandingkan dengan peralatan bukan baru atau peralatan bekas (re-conditioned).

Beberapa keuntungan kalau membeli sendiri peralatan, antara lain :
• Bisa menentukan sendiri (memilih sendiri) peralatan yang diinginkan (makin baik peralatan akan makin mahal harganya).
• Ketersediaan peralatan pada saat dibutuhkan bisa terjamin sehingga kontinuitas pekerjaaan tidak terganggu, sepanjang pemeliharaan peralatan bisa dilaksanakan dengan baik sehingga kondisi peralatan bisa dipertahankan dalam keadaan baik.
• Teknologi peralatan bisa dikuasai.
• Biaya peralatan tidak tergantung kepada pihak lain, serta untuk proyek jangka panjang maka biaya peralatan akan murah.

Disamping dapat memberikan keuntungan seperti di atas, membeli atau memiliki sendiri peralatan dapat pula menimbulkan kerugian-kerugian, antara lain :
• Sulit mengendalikan Operator ataupun Mekanik yang terampil.
• Harus tersedia sarana pemeliharaan/perbaikan peralatan.
• Untuk proyek jangka pendek akan jadi mahal, kemungkinan idle karena tidak terjamin atau belum ada lagi proyek berikutnya.
• Perlu pengendalian yang ketat pada saat operasi, sehingga biaya operasi maupun perbaikan peralatan bisa dikendalikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila membeli sendiri peralatan :
• Bentuk atau cata pembelian, bisa Penunjukan Langsung, atau Melalui Beberapa Penawaran.
• Spesifikasi teknis dari peralatan yang diperlukan, agar dapat diperoleh peralatan yang benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan di lapangan.
• Fasilitas serta pelayanan purna jual, agar kondisi peralatan atau perawatan yang baik pada peralatan terjamin, sehingga umur ekonomis peralatan dapat dipertahankan.

Catatan :
untuk peralatan khusus/spesifik agar diusahakan tidak dibeli sendiri, lebih baik menyewa, karena akan mengalami kesulitan dalam pemeliharaan, antara lain karena suku cadang tidak tersedia di pasaran, serta sulit mencari Operatornya yang khusus.

2.4. Sewa Beli (Leasing)

Pada dasarnya sama dengan membeli sendiri, hanya pada sewa beli pengeluaran (modal investasi) tidak dibayarkan sekaligus, namun secara bertahap tergantung pada ketentuan dalam surat perjanjian sewa beli-nya. Pada akhir masa pembayaran, maka peralatan akan menjadi milik penyewa.
Baik pada Sewa Beli, maupun pada Membeli Sendiri, maka apabila lokasi pekerjaan/proyek jauh dari lokasi pelaksana pembelian, maka perlu ada tambahan biaya untuk transportasi, yaitu untuk mobilisasi dan de-mobilisasi, kecuali apabila sudah masuk dalam harga.

Catatan :
harus benar-benar diperhatikan pada kegiatan pengadaan peralatan ini adalah :
- Jenis, kapasitas/spesifikasi teknis dan jumlah tiap jenis peralatan, harus sesuai dengan yang dibutuhkan di lapangan berdasarkan jenis-jenis kegiatannya.
- Jadwal waktu kapan peralatan yang dibutuhkan tersebut sudah harus tersedia di lapangan/proyek.

3. Tata Cara Pembelian

Seperti diuraikan dalam butir 2 pengadaan peralatan dapat ditempuh salah satunya dengan cara membeli sendiri. Selanjutnya dalam uraian berikut ini akan dibahas tentang tata cara atau proses pembelian peralatan.

Pembelian peralatan dapat ditempuh dengan 2 cara, yaitu :

3.1. Penunjukan langsung

Dalam proses Penunjukan Langsung, maka pembeli menentukan atau memilih sendiri secara langsung penjual atau Agen Tunggal peralatan dari pabrik tertentu untuk membeli satu atau beberapa unit dari satu atau beberapa jenis peralatan dengan type tertentu masing-masing.

Keuntungan pembelian dengan penunjukan langsung adalah :
• Pembeli akan memperoleh peralatan dengan spesifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
• Pelayanan purna jual bisa terjamin

Kerugiannya adalah :
• Kemungkinan harganya lebih mahal dibanding peralatan yang sama dengan spesifikasi sama dari Agen tunggal lain dengan merek lain.

Penunjukkan Langsung biasanya ditempuh dalam kondisi :
• Apabila hanya ada satu-satunya Perusahaan atau Agen Tunggal yang menjual peralatan yang diperlukan.
• Dalam keadaan mendesak/sangat dibutuhkan segera, misalnya pada saat bencana alam, atau
• Hanya ada satu-satunya Perusahaan / Agen Tunggal yang mempunyai stock peralatan pada saat dibutuhkan.

3.2. Lelang

Proses pembelian dengan cara lelang dapat dilaksanakan dengan cara :
• lelang terbatas
• lelang umum (terbuka)

Dalam lelang terbatas bisa 3 atau 5 Penawar yang diminta untuk menawarkan peralatan yang diperlukan dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan. Setelah di evaluasi penawaran-penawaran yang diterima, maka dipilih satu Penawar dengan penawaran yang paling menguntungkan pembeli sebagai pemenangnya.
Sedangkan pada lelang umum, maka semua perusahaan yang ada yang bergerak di bidang penjualan peralatan boleh ikut mengirimkan penawaran harga peralatan yang dibutuhkan sesuai spesifikasi yang diminta pembeli.
Penawaran-penawaran yang diterima akan dievaluasi dan hasilnya satu penawaran yang paling menguntungkan akan ditunjuk sebagai pemenangnya.

Syarat-syarat dalam pelelangan

Dalam pelaksanaan lelang, baik lelang terbatas maupun lelang umum, maka dalam surat permintaan penawaran yang diterbitkan oleh pembeli, harus tercantum secara lengkap, jelas dan rinci semua persyaratan yang harus dipenuhi oleh para penawar.
Persyaratan-persyaratan tersebut adalah hal-hal yang diperlukan oleh pembeli agar pembeli akan memperoleh peralatan yang dibeli sesuai spesifikasinya, sesuai jumlahnya, sesuai jadwal waktu penerimaannya, sesuai pula lokasi atau tempat penyerahan, serta memenuhi ketentuan-ketentuan lain yang diminta.
Semua ketentuan-ketentuan dan persyaratan yang diminta di atas, tercantum dalam satu berkas dokumen, yang disebut Dokumen Lelang.
Dalam Dokumen Lelang tercantum ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
• Surat undangan lelang
• Instruksi Umum kepada Penawar, berupa penjelasan tentang lelang serta tata cara penyampaian penawaran dan evaluasi penawaran, syarat-syarat administrasi penawar.
• Instruksi Khusus kepada penawar, berisi hal-hal khusus apabila ada yang harus dipenuhi dan diketahui penawar.
• Syarat Umum Kontrak (Surat Perjanjian Jual Beli), berisi hal-hal yang perlu diketahui dan dipatuhi dalam pelaksanaan jual beli.
• Syarat Khusus Kontrak, berisi hal atau penjelasan lebih spesifik apabila belum dijelaskan/dipertegas dalam syarat umum
• Spesifikasi Teknis, berupa data spesifikasi teknis peralatan yang diminta, diuraikan singkat, jelas (contoh spesifikasi peralatan pada halaman II, 10 + 11 )
• Daftar keperluan, berisi daftar jenis peralatan yang diminta, lengkap dengan jumlahnya masing-masing, serta jadwal waktu penyerahan dan lokasi penyerahan peralatannya.
• Bentuk Surat Penawaran
• Bentuk Jaminan Penawaran
• Bentuk Kontrak (Surat Perjanjian Jual Beli)

Khusus pada spesifikasi teknis peralatan yang disyaratkan dalam dokumen lelang, jarang diperoleh peralatan yang tepat sesuai dengan yang diminta. Misalnya pada power, yang diinginkan misalnya untuk Motor Grader dengan power ± 135 hp. Maka dalam persyaratan teknis, biasanya dicantumkan power minimum 130 hp maksimum 145 hp, sehingga kemungkinan banyak penawar yang bisa memenuhinya.
Dalam pelaksanaan lelang selalu dihindari terjadinya penawaran tunggal yang memenuhi persyaratan.

Evaluasi Penawaran

Untuk menentukan satu penawaran yang terbaik yang paling menguntungkan yang bisa diterima, maka semua penawaran harus dievaluasi, yang meliputi penilaian atas data administrasi yang disampaikan memenuhi persyaratan atau tidak, penilaian teknis yaitu spesifikasi teknis peralatan yang ditawarkan memenuhi syarat atau tidak, serta penilaian atas harga peralatan yang ditawarkan.
Apabila pembeli menginginkan peralatan yang akan diperoleh adalah peralatan yang baik secara teknis performance-nya, artinya spesifikasi teknis yang diutamakan, maka pada evaluasi penawaran untuk penilaian teknis diberikan bobot yang tertinggi, sedangkan kalau harga juga perlu diperhatikan, maka bobot untuk penilaian teknis dan penilaian harga diberikan sama besar.